Informasi Kita - Meureudu, Guncangan hebat
di Pidie mulai berhenti. Bangunan yang tadinya menjulang tinggi kini roboh
hampir rata dengan tanah. Warga yang selamat berduyun-duyun mencari sanak
saudaranya di bawah reruntuhan.
Saat
itu, Rabu (7/12/2016), sekira pukul 07.00 WIB, aparat TNI dan POLRI dengan
dibantu warga, mencari korban di sekitar lokasi PT. MAAR Grub di
Gampong Meuko Kuthang. Kabarnya 9 pekerja wanita yang menginap di mess
karyawan perempuan tertimpa reruntuhan.
Di
bawah koordinasi Manager MAAR Group, Isra, regu penolong bergerak. Satu persatu
nomor handphone korban dicalling. Suara dering terdengar ke luar bangunan. Yang
masih hidup memberi respon.
(baca juga : Sosok sepuh yang juga hadiri ABI III ini, beliau ternyata..)
(baca juga : Sosok sepuh yang juga hadiri ABI III ini, beliau ternyata..)
Tim
menemukan seorang karyawati bernama Afri Zahara. Ia terjebak di bawah puing
gudang PT. MAAR Grub. Namun saat hendak dievakuasi, gadis itu menolak. Ia
ingin tim penolong lebih dulu menyelamatkan temannya, Nurhayati.
“Saya
tidak mau keluar. Abang tolong Nur terlebih dahulu,” ujar Amir salah satu
anggota tim penolong mengulang kalimat Afri.
“Iya,
saya pasti tolong Nur. Tapi kalau Afri tak mau keluar, Nur Tidak bisa abang
bantu. Ayuk, abang tolong kamu terlebih dahulu. Kemudian abang akan tolong Nur
dan teman-teman yang lain,” kata Amir membujuk Afri. Perempuan itupun akhirnya
mengalah. Ia pun ditarik ke luar puing gudang.
“Saya dan empat teman
lainnya masuk dari titik yang berbeda. Satu persatu dinding penghalang kami
jebol dengan palu,” ujar Amir. Sesekali gempa susulan muncul. Kondisi ini cukup
horor bagi warga ysng melakukan evakuasi.
(baca juga : Umat islam Indonesia, diperkirakan jadi pemimpin peradaban Islam oleh Ulama Palestina, Subhanallah, Ini sebabnya...)
(baca juga : Umat islam Indonesia, diperkirakan jadi pemimpin peradaban Islam oleh Ulama Palestina, Subhanallah, Ini sebabnya...)
Amir
mencoba mengevakuasi Nur. Ini lumayan lebih lama, karena sebelah tangan
perempuan itu terjepit tembok. Sebelah lagi dalam kondisi memeluk Risti Zahara,
temannya itu sudah tidak bernyawa.
Tangis
pun pecah ketika satu persatu korban dikeluarkan dari reruntuhan. Sanak
keluarga korban tiada kuasa menahan sedih, ketika melihat kondisi korban.
Polisi,
TNI, dan warga, dengan peralatan sangat sederhana, tiada henti menjebol tembok.
Palu besar diangkat tinggi-tinggi, peluh bercucuran. Wajah mereka diliput duka.
Empat
orang berhasil dievakuasi dengan kondisi luka berat. Mereka adalah Riska
Hayati, Afri Zahara, Nurhayati dan Devi Yanti. Riska dan Devi selamat, karena
berhasil berlindung dengan cara membalut diri dalam gulungan kasur.
Risti
Zahara adalah korban yang pertama kali ditemukan meninggal dunia. Sedangkan
Afrizani, Maulida Fitri, Mawaddah dan Devi Sri Jiani baru berhasil dievakuasi
bakda siang. Dua unit eskavator pun ikut membantu. Walau kedatangannya sangat
terlambat.
Sumber:
AceHTrend
